Kasih tak sampai
Sore hari itu, ketika matahari mulai
tenggelam masyarakat di pinggiran kota sudah menghentikan pekerjaan mereka dan
masuk kedalam rumah masing – masing. begitu juga yang di lakukan oleh Rendini
seorang calon pelajar SMA kelas X yang tinggal bersama orang tua dan 4
saudaranya. Keluarga Rendini termasuk keluarga yang di segani karena orang
tuanya termasuk orang terpandang di kampung itu. Dia mempunyai kakak perempuan
yang bernama Asnada yang umurnya beda 1 tahun dengan dia. 2 adiknya bernama
Anissa yang berumur 10 tahun dan hakim yang berumur 4 tahun. Keluarganya sangat
harmonis, tetapi beda dengan Rendini dan Asnada. Walaupun mereka kakak adik,
tapi mereka sering sekali bertengkar dan berbeda pendapat. Tetapi, Rendini
lebih bisa mengalah dengan kakaknya. Saat itu, hanya kesalah pahaman karena
seorang cowok mereka bertengkar hebat sampai saling diam selama 3 hari 2 malam.
Namun, amarah mereka semua bisa teredam ketika Rendini bisa membujuk dan
menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Akhirnya mereka kembali baikan walaupun
kadang – kadang masih bertengkar seperti Tom and Jerry.
Ajaran baru tahun 2011/2012 telah
tiba, semua PPDB(Peserta Pelajar Didik Baru) sudah memadati sekolah barunya
dengan gaya dan penampilan yang berbeda, begitu juga dengan Rendini. Di sekolah
barunya, dia termasuk anak yang mudah akrab dengan teman, kakak kelas maupun
guru - gurunya. Walaupun dia juga tidak di sukai dengan sebagian kakak kelas
dengan alasan yang nggak jelas, tetapi
dia tetap nyantai karena dia tau kalau dia nggak salah. Kalau dia salah, dia
baru merasa takut dan segera mengambil keputusan untuk meminta maaf.
MOS sudah di laksanakan dan dia
mulai mengikuti semua kegiatan juga peraturan yang ada di sekolah barunya.
Setelah minggu kedua di sekolah barunya, dia sudah mendapat masalah dengan
kakak kelas ceweknya yang berada di kelas IPS, karena Rendini di anggap anak
baru yang sombong. Tetapi, dia tidak merasa sama sekali sombong dan dengan
terpaksa dia meminta maaf kepada kakak kelasnya.
Sore hari ketika pulang, dia naik
angkot bersama temannya yang bernama Ika.. Di perjalanan, dia melihat seorang
cowok yang naik sepeda motor dengan ugal - ugalan dan dandanan yang keren
tetapi terkesan anak nakal.
Dia
berkata kepada Ika “ Eh, liat deh tu cowok udah dandanannya brandalan terus
ugal – ugalan juga, baru tau rasa tu kalau udah jatuh “ .
“Jangan
begitu, kamu kan baru lihat dia sekali kok udah ngejelek – jelekin dia. Baru
tau rasa lho kalau kamu juga dapat cowok seperti itu atau bahkan kenal dan suka
dia “ . Jawab Ika.
Lalu dengan ketus dia menjawab, “ Yee.. sorry
kali, nggak level “ .
“Stop
Pak, “ Kata Rendini sambil menepuk bahu
Pak Sopir .“ Rendini pun turun dari angkot dan berpisah dengan Ika.
Setelah sampai di rumah, dia langsung
beristirahat dikamar sambil bermain hp.
“ Kring..Kring..” tiba – tiba ada nomor baru
yang telepon dan segera Rendini angkat.
“
Hallo, ini siapa ya? “
“Hey
Nisa, apa kabar? Jadi kuliah di Yogyakarta nggak ? Kalau iya, mampir ke
Universitas aku ya “.
Jawab
Si Penelepon.
“Nisa
? ini siapa sih…?? “ Jawab Rendini .
“
Masak sih, kamu lupa sama aku. Aku kan sahabat SMA kamu. “ Terang Si Penelepon .
“
Sorry , aku bukan Nisa yang kamu maksud. Mungkin kamu itu salah sambung. “
Jawab Rendini .
“
Iya to, maaf kalau begitu. “ Tanya Si Penelepon.
Setelah
kejadian salah sambung itu, mereka
saling berkomunikasi dan lebih mengenal satu sama lain. Hampir setiap hari
mereka berkomunikasi walaupun belum pernah saling bertemu. Namun, Rangga akan
pulang ke Kendal (Jawa Tengah) untuk menjenguk adiknya dan bertemu dengan
Rendini. Rendini pun menerima ajakan Rangga untuk ketemuan.
Pagi hari itu, Rendini berangkat
dengan semangat agar cepat sampai di sekolah dan bisa cepat pulang sekolah lalu
bertemu seseorang yang sudah mengambil hatinya walaupun mereka hanya saling
mengenal lewat media elektronik. Setelah sampai, Ia duduk di teras depan kelas
sambil merenung dan tersenyum sendiri. Lalu, Ika datang menyapa. “ Ciiee…
kenapa tu, senyum – senyum sendiri ?
suuiit..suuiit.. “ , Ejek Ika.
“
Eh Ka tau gak sih, nanti sepulang sekolah aku mau bertemu dengan seseorang yang
pernah aku ceritain ke kamu itu lho ?? Dia pulang kesini dan ingin bertemu
denganku, “ Dengan semangat Rendini bercerita.
“ Yang bener ? “ Jawab Ika .
“Iya,
dia ngajak ketemuan , katanya dia pengen ketemu aku. Ya udah, aku mau aja.
lagian, selama kita berhubungan lama aku tu ngrasa beda sama dia. “
“
Bedanya gimana ? Ada benih – benih cinta
dalam hatimu ya?? “ Tanya Ika.
Tet..tet..
(Suara bel). Belum sempat menjawab, Rendini mengajak Ika untuk masuk kelas.
“
Bel masuk tu, yuk kita masuk kelas. “ Ajak Rendini.
Terik matahari telah menyapa siang
itu, namun tak bisa mengalahkan keinginan Rendini untuk bertemu dengan Rangga.
Sepulang sekolah, dia menunggu angkot dan akan menuju ke alun – alun untuk
menemui Rangga. Namun, tiba – tiba ada seseorang yang menghampiri Rendini
dengan memakai helm dan mengendarai motor.
“
Permisi, kamu Rendini ya ?.. “ Tanyanya.
“
Iya, maaf kamu siapa ? (sambil mengingat suara yang tak asing baginya dan dia
merasa pernah bertemu) .
“
Masak gak kenal sama aku to ? “ Tanyanya lagi.
Dengan
Logat ngomongnya yang beda, Rendini pun semakin yakin kalau itu adalah Rangga
yang selama ini bisa mencuri hatinya.
“
Kamu, Kak Rangga ya ? Kapan datangnya, Kak ? “ Tanya Rendini.
“
Iya, maaf tadi aku langsung ke sekolah kamu tanpa ngasih kabar terlebih dahulu.
Baru kemarin, Din. “ Jawab Rangga.
“
Emm.. gak apa, tapi ini membuat ku terkejut dengan kedatangan kakak. Kakak sih,
nggak bilang kalau mau datang ke sekolahku ? “ Tanya Rendini lagi.
“
Ya sudah, yang penting kita sudah bertemu. “ Jawab Rangga.
Cukup
lama mereka saling berbincang, akhirnya mereka pun nggak jadi ke alun – alun namun
Rendini di antar pulang dengan Rangga. Setelah lama diperjalanan, Rendini turun
di perempatan dekat rumahnya.
“
Sampek sini aja ya, Kak. Aku nanti nggak enak sama orang tua ku. “ Minta
Rendini.
“
Ya sudah, yang penting kita udah saling tau satu sama lain. “ Jawab Rangga.
“
Maaf sebelumnya, aku nggak bisa ngajak kakak mampir ke rumahku. Hati – hati ya
pulangnya.”
(
pergi sambil meninggalkan Rangga).
“
Din, tunggu sebentar. Aku mau pamit sekalian untuk berangkat ke Yogyakarta
lagi. “ Kata Rangga.
“
Kok buru – buru, Kak? bukannya baru kemarin kakak nyampek ? “ Tanya Rendini.
“
Nggak apa – apa, masih banyak tugas kuliahku di sana. “ Jawab Rangga.
“
Uw, ya sudah. Hati- hati aja Kak. Jangan suka balapan motor lagi.“ ( Ejek
Rendini sambil melambaikan tangannya).
Sebenarnya,
Rangga masih ingin sekali di Kendal (Jawa Tengah), namun dia tidak betah dengan
keadaan rumah yang sepi. Yang ada di rumah hanya adik Rangga yang baru berumur
8 tahun. Ayahnya bekerja sampingan dan Ibunya sudah lama nekerja di Luar Negeri
sebagai TKW dan sama sekali tidak memberi kabar. Sebenarnya dia tak tega
meninggalkan adiknya. Tapi, kalau nanti ayah Rangga tahu kalau dia pulang,
pasti ayahnya akan marah besar karena ayahnya pengen Rangga sekolah yang
serius. Dia merasa hanya hidup berdua dengan adiknya saja dan Rendini yaitu
sosok yang bisa menerima kekurangan yang di miliki Rangga.
***
Hari demi hari telah di lewati
Rendini bersama Rangga walaupun mereka LDR (Long Distance Residence). Tak
terasa hubungan mereka sudah 2 bulan lebih 1 minggu. Saat itu hari minggu,
sehingga Rendini tidak pergi ke sekolah dan hanya nyantai di rumah. Tiba – tiba
suara Handphone nya berbunyi dan ada sms dari Rangga. Rendini menghampiri
Hp-nya dan segera membuka sms dari Rangga.
From
: _Kak rangga
“ Din, terima kasih kamu telah mengisi
hari – hariku yang sunyi ini. Tanpa kamu, mungkin aku sudah putus asa menjalani
hidup ini. Kamu yang telah merubah sedikit demi sedikit kebiasaan aku yang suka
balap motor, merokok dan masih banyak lagi. Masih banyak rintangan di depan
yang akan kamu hadapi. Kakak tidak bisa menemani Perjuanganmu untuk masa depan.
Selama kita berpacaran, sebenarnya kakak hanya menganggap kamu tak lebih dari
seorang adik. Jujur, kakakbelum bisa melupakan mantan kakak. Kakak sudah
berusaha melupakannya dengan adanya kamu, tapi ternyata rasa itu nggak bisa. Selama
3 minggu terakhir ini, Kakak dekat lagi dengan mantan kakak yang dulu dia pergi
karena hubungan kami tidak direstui dengan orang tuanya. Tapi sekarang, orang
tua mantan kakak itu sudah kembali merestui kami dan kami di suruh untuk
bertunangan. Dengan itu, Aku cuma pengen kita mengakhiri hubungan kita. Aku tak mau berlama – lama menyembunyikan ini
semua. Jangan kamu harapkan lagi cinta Kakak, karena Kakak akan di miliki
wanita lain untuk selamanya. Terima Kasih..”
Setelah membaca, tanpa sadar Rendini
meneteskan air mata. Namun dia gengsi mengakui kalau dia sedih. Dan dengan
segera dia membalas sms itu.
Send to : _Kak Rangga
“ Iya Kak, sebenarnya udah lama aku
pengen putus dari kakak. Coz, aku juga sudah menemukan pengganti Kakak ketika
kakak jauh. Hanya menunggu hari, ternyata kamu udah minta putus duluan. Oke,
terima kasih juga untuk semuanya.. “
Setelah mengirim sms itu, Rendini
semakin deras meneteskan air mata. Namun dia harus tau diri. Dia nggak mungkin
memburu seorang cowok yang sudah tidak mencintainya lagi.
***
Walau hari yang di lalui Rendini
sepi dengan kesendirian, namun Rendini harus tetap tegar dan tetap melaksanakan
aktivitasnya sehari - hari tanpa ada Rangga di sampingnya. Sepulang sekolah,
dia istirahat sebentar dan 15 menit kemudian dia mengerjakan tugas yang besok
harus di kumpulkan. “Kring.. Kring “ (
suara Hp-nya).
081235645xxx
… Calling..
“
Hallo , ini siapa ? “ Tanya Rendini.
“
Ini benar dengan Rendini ? (Tanya penelepon dengan tergesa - gesa). “ Saya
teman Rangga. Saya Cuma memberi kabar kalau sekarang Rangga sedang
kecelakaan. “
“
Tuutt.. tutt..tuutt.. “ . Suara telepon berhenti dan membuat Rendini
kebingungan. Apakah benar Rangga kecelakaan ? Atau Cuma akal –akalanya saja.
Beberapa menit kemudian, dia mendapat sms dari Mbak Riana yang dulu juga
merupakan mantan Rangga.
From : Mbak Riana
“ Assalamu’alaikum Wr. Wb. Innalillahi
Wainnailaihi Roji’un, Telah berpulang ke Rahmatullah teman kita Anandha M.
Rangga Nugroho . Semoga amalnya dapat di terima di sisinya, aminn.. “
Dengan cepat Rendini menelepon Mbak
Riana.
“
Assalamu’alaikum.. Mbak, apa benar sms yang Mbak kirim barusan ?? “ Tanya
Rendini.
“
Iya, Dek. Saya baru dapat kabar dari teman Rangga di Yogyakarta. Jam 2 siang
nanti Rangga di makamkan ke Pemakaman dekat rumahnya. Sekarang Ambulance Rangga
lagi di perjalanan. Kalau kamu mau ikut menghadiri pemakamannya, nanti saya
jemput. “ Jawab Mbak Riana.
“
Baik Mbak, nanti saya tunggu di rumah. Ya sudah Mbak, terima kasih. “ Kata
Rendini.
**
Selang beberapa menit, Rendini dan
Mbak Riana sudah datang di rumah Rangga. Saat itu, jenazah akan segera di
berangkatkan menuju pemakaman. Lalu, Rendini dan Mbak Riana mengikuti di
belakang rombongan yang membawa jenazah. Kemudian, ada seorang cowok yang datang
kepada Rendini dan mengatakan bahwa dia yang bernama Azis adalah teman dekat
Rangga. Setelah Prosesi pemakaman selesai, Azis menceritakan semua tentang
Rangga, bahkan dia menceritakan apa alasan yang di lakukan Rangga untuk
memutuskan Rendini. Ternyata, Rangga hanya ingin kalau Rendini kelak bisa
membanggakan orang tuanya dan tidak menjadi seperti Rangga. Setelah mengetahui
itu, Rendini semakin menangis tersedu – sedu sampai tidak mau meninggalkan
makam Rangga. Namun dia tau, pasti Rangga sedih kalau melihat orang yang sangat
di cintainya tidak mengikhlaskan kepergiannya. Dan akhirnya Rendini pulang
dengan keikhlasan untuk kepergian Rangga. Rendini pulang dengan di antar Mbak
Riana dan berharap agar Rangga bisa bahagia di alam sana.
By : Tulus Sukma Al Wafi